Beranda > CATATAN HARIAN > CATATAN BUAT MENGENANG 2 ANAK INS YANG MENINGGAL DALAM KECELAKAAN BUS UMUM PO.YANTI DI SILAING

CATATAN BUAT MENGENANG 2 ANAK INS YANG MENINGGAL DALAM KECELAKAAN BUS UMUM PO.YANTI DI SILAING


SEPASANG MERPATI DI ATAS BENDERA SETENGAH TIANG

(Untuk mengenang 2 anak INS yang meninggal dalam kecelakaan mobil angkutan umum PO. Yanti jurusanPadang-Batusangkar,yang jatuh ke jurang di daerah Silaing, tahun 2009)

Hari itu tanggal 31 Mei. Pintu langit terkuak lebar. Matahari melepas cahaya membiarkan sinar menerpa tanah di kampus Harapan. Dari arah utara, angin kering berhembus berputar-putar di sekitar tanah lalu naik kepepohonan. Satu per satu daun-daun mahoni tua yang diterpa mulai berjatuhan ke tanah. Meski ada juga yang muda satu-dua ikut berjatuhan di saat bersamaan. Tapi mungkin itulah namanya takdir. Yang jelas semua daun dalam semua umur pasti akan jatuh juga sebagaimana takdirnya.

Sebenarnya ketika angin kering bertiup menerpa pohon mahoni tadi, sepasang merpati muda yang tengah hinggap di salah satu dahan pohon itu merasa terganggu. Saat angin telah sampai mengenai tubuhnya, dengan segala pasrah ia pun pergi meninggalkan dahan mahoni. Mungkin saja karena mereka merasa memang telah tiba pula waktunya untuk pindah ke dahan pohon yang lain. Mereka terbang melayang-layang di udara sambil mengibaskan sayap-sayap putih mudanya, walau salam perpisahan tak sempat sepenuhnya terucapkan. Tapi sepasang merpati itu masih memiliki perasaan bahagia seperti halnya dengan pohon mahoni yang selalu akan bahagia menerima mereka saat menghinggapi tubuhnya.

Sementara di bawah pohon terlihat tiga orang anak muda sedang duduk-duduk sambil menyaksikan sepasang merpati muda yang hinggap di dahan mahoni itu. Ditangan masing-masing mereka terdapat beberapa helai kertas putih yang dilandasi dengan papan abo. Pada kertas itu terdapat garis-garis yang apabila disaksikan lebih seksama, maka akan berbentuk sepasang merpati yang sedang hinggap di sebuah dahan. Namun gambar itu belumlah sempurna sebagai sebuah gambar.

Ketika sepasang merpati muda itu terbang begitu saja, mereka bertiga terkejut lalu jadi gelisah. Sepertinya bukan gelisah karena kehilangan mangsa. Melainkan karena tak sempat melukis sepasang merpati muda yang hinggap di dahan mahoni dengan sempurna. Juga karena tak sempat mengucapkan terimakasih karena telah membiarkan mereka melukis dirinya atau meminta maaf karena telah melukis mereka tanpa sebuah izin dari sepasang merpati muda.

Ii          : “Tak kusangka sepasang merpati muda itu pergi begitu saja”.

En       : “Aku juga tak pernah membayangkan itu. Padahal mereka telah lekat dihatiku sebelum mulai menggaris-garis tubuhnya pada kertas”.

Es        : “Iya. Padahal aku juga belum sempat menggambarnya dengan sempurna”.

Mereka terlibat pembicaraan tentang sepasang merpati muda di dahan mahoni yang pergi begitu saja.

*

Bersamaan dengan itu, di bagian lain kampus Harapan juga terlihat tiga remaja sedang membicarakan sesuatu. Dari pancaran wajah mereka jelas sekali terlihat bahwa sedang terlibat pembicaraan yang serius.

Iii         : “Tadi ada kecelakaan”.

Een      : “Kecelakaan apa?”

Ees      : “Dimana kecelakaannya?”

Iii        : “Sebuah mobil angkutan umum PO. Yanti jurusan Padang-Batusangkar jatuh ke dalam jurang di daerah Silaing”.

Ketika tengah asiknya berbicara, dari jalan raya di luar pekarangan kampus terdengar lolongan sirine mobil ambulance yang melaju dengan cepat ke arah tempat kecelakaan. Dengan serempak mereka berkata, “Ya. Hari ini ada kecelakaan di Silaing. Sebuah mobil angkutan umum PO. Yanti jurusan Padang-Batusangkar terjatuh ke dalam jurang”.

Sementara di atas, langit semakin terbuka. Tiba-tiba seorang anak muda lainnya melintas sambil membaca puisi;

v   

Jiwa di dunia yang hilang jiwa

Jiwa sayang kenangan padamu

Adalah derita disisiku

Bayangan yang bikin tinjauan beku

Angin bangkit ketika senja

Ngingatkan musim gugur akan tiba

Aku cemas bisa kehilangan kau

Aku cemas pada kecemasanku

Di batu penghabisan ke Huesca

Pagar penghabisan dari kebanggaan kita

Kenanglah sayang dengan mesra

Kau kubayangkan disisku ada

Dan jika untung malang mengahamparkan

Aku dalam kuburan dangkal

Ingatlah sebisamu segala yang baik

Dan cintaku yang kekal

*

Tak beberapa lama dari kejadian itu, di kantor kampus Harapan, telepon berdering. Seseorang di seberang sana berkata, “hallo. Benarkah disitu kampus Harapan?”

Petugas kantor menjawab, “benar. Di sini kampus Harapan. Ada yang bisa kami bantu?”

Lalu, “ini dari rumah sakit PP. Bisakah perwakilan dari kampus Harapan pergi ke sini?”

Petugas kantor, “Kenapa?”

Rumah Sakit PP, “tadi ada sebuah mobil angkutan umum PO. Yanti jurusan Padang-Batusangkar jatuh ke dalam jurang di daerah Silaing. Dua korban berinisial dari kampus Harapan.”

Telepon ditutup. Berita duka menyebar dengan cepat mengepung kampus. Sementara itu ketika seorang satpam tengah menurunkan bendera, tiba-tiba sepasang merpati muda tadi hinggap di atas tiang bendera itu. Salah satu dari mereka membawa sebuah sketsa bergambar sepasang merpati yang belum sempurna, di paruhnya. Dan yang satunya lagi berkicau dengan bunyi, “jika untung malang menghamparkan aku pada kuburan dangkal, ingatlah sebisamu segala yang baik. Dan cintaku yang kekal”. Entah karena terpukau oleh kedua merpati itu atau apa, si satpam tidak melanjutkan lagi menurunkan bendera tersebut. Tapi justru mengikatkan tali bendera ketika baru setengah tiang.

Sedang di atas, langit yang tadinya terbuka, telah tertutup kembali. Lalu awan-awan menjelma seperti tudung murung duka. Satu per satu, dari langit yang semakin memberat, air menitik membasahi tanah. Memaksa anak-anak muda tadi, petugas kantor dan satpam, bergegas pulang ke rumah. Bukan karena basah yang mereka takutkan, tapi surah Yasiin yang telah menanti untuk di kumandangkan.

INS Kayutanam, 2009

(oleh :  yudistira)

Puisi Jhon Conford berjudul Huesca. Diterjemahkan oleh Chairil Anwar

Kategori:CATATAN HARIAN
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: