Beranda > EDUCATION > STRATEGI PERJUANGAN PGRI TERHADAP MITRA KERJA

STRATEGI PERJUANGAN PGRI TERHADAP MITRA KERJA


A.PENDAULUAN

            Mitra kerja adalah pihak lingkungan organisasi yang selevel  tigkatannya. Kalau tingkat Pengurus Besar PGRI bermitra dengan pemerintah atau organisasi yang bertaraf nasioanal .Sedangkan di daerah seuai dengan tingkatan kepengurusannya yaitu PGRI provinsi dan kabupaten / kota serta seterusnya pada tingkat kecamatan (cabang) dan ranting.

            Untuk berkomunikasi antar organisasi pada umumnya serta kepada pemerintah memerlukan strategi yang dapat meyakinkan pihak mitra kerja sehingga tujuan organisasi tercapai. PGRI bermitra dengan pemerintah dan organisasi lainnya akan berhasil terwujud kerjasamanya dan saling menghargai serta menghormati masing-masing kepentingan organiasi membutuhkan situasi dan kondisi yang mendukung satu sama lainnya serta mengacu kepada komitmen bangsa dalam Negara kesatuan yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

            Guru yang terlibat dalam dunia pendidikan pun ikut mempertanyakan jika sekiranya terdapat program–program pemerintah dan pemda yang ternyata tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sering menjadi suatu kerumitan dalam bertindak terutama di daerah -daerah . Pihak mitra kerja PGRI beranggapan bahwa guru adalah pekerja atau bawahannya maka dianggap tidak perlu mencampuri urusan pembangunan yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan, katakanlah sebagai atasan guru Namun mereka lupa bahwa guru–guru itu adalah warga negara yang kebetulan ikut dalam bertugas sebagai guru atau pegaawai dari instansinya .Padahal disisi lain guru dan teman sejawatnya memiiki organisasi social atau sebagai stake holder ,sebagai salah satu komponen  yang ikut berperan dalam sistem pembangunan negeri ini.

            Jadi ,Mitra Kerja artinya adalah pihak lingkungan dari organisasi sebagai pihak yang dapat diajak bekerjasama dengan organisasi yang bersangkutan .Mitra Kerja PGRI adalah Pemerintah ,Pemerintah Daerah, dan organisasi-organisasi lainnya yang terkait dengan urusan kegiatan organiasasi.

B.STRATEGI PERJUANGAN PGRI TERHADAP MITRA KERJA

            Dalam memperjuangkan maksud dan tujuan organisasi PGRI terutama kepada penguasa atau pemerintah dan pemerintah daerah yang menentukan kebijakan dalam negri ini , maka PGRI bersikap taat azas dan mengacu kepada komitmen bangsa ini sesuai dengan kaidah dan peraturan yang berlaku . Untuk itu PGRI dalam menyusun strtegi perjuangan secara organisasi dapat kita perhatikan sbb;

  1.  Konsepsional,artinya semua keinginan dan aspirasi para anggota yang diwujudkan dalam oganisasi disusun berbentuk konsep-konsep yang logis dan diakui kebenarannya , dipandang dari berbagai aspek pandangan keilmuan serta latar belakng yang dapat diterima.
  2. Prosedural artinya segala upaya yang dilakukan untuk menyampaikan ujud dan maksud yang akan dicapai melalui prosedur-prosedur yang lazim dilakanakan sesuai ketentuan dan perundangan yang berlaku . Setiap langkah urusan dilalui dengan seksama dan konsekwen.
  3. Konstitusional , artinya semua pikiran dan usulan yang diramu dalam konsep-kosep perjuangan itu adalah berdasarkan suatu ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku .Peraturan yang dimaksud adalah peraturan yang sah dalam setiap level kepengurusan PGRI , seperti Peraturan Pemerintah (PP),Peraturan Daerah (Perda) . Jadi ada dasar yang jelas dan legalitas dalam urusannya dalam mewujudkan kesejahteraan anggota PGRI.
  4. Dialogis dan Negoisasi.Dialog artinya berkomunikasi secara langsung atau berhadap-hadapan antara dua pihak tertentu secara terbuka ,sehingga diperoleh pemahaman informasiyang jelas. Sedangkan negoisasi adalah duduk bersama untuk mencari persetujuan atau kesepakatan ,atau upaya untuk tawar menawar antara beberapa pihak tertentu.
  5. Konsultatif dan persuasive ,artinya berkonsultasi untuk mencari bantuan kerjasama untuk kepentingan bersama dan dengan bersifatmengajak dengan mempergunakan pendekatan yang efektif untukmewujudkan persepsi yang sama.

Dari kelima langkah-langkah itu PGRI akan dapat mewujudkan suatu makud dan tujuan organisasi dengan baik dan memiliki harga diri yang intelektual dan santun atas dasar persatuan dan kesatuan dalam negri ini.Tidak ada tindakan yang semena-mena atau anarkis atau demo yang tak tahu ujung pangkalnya.

            Dengan demikian PGRI yang kuat dan bermatabat dapat memperjuangkan suatu makusud organisasi dengan sasaran yang tepatdengan baik pula diterima oleh pihak luar organisasi atau pemerintah tanpa menimbulkan keributan-keributan yang tak menentu dan anarkis .

            PGRI bersikap peduli dengan kesejahteraan dan perlindungan anggotanya dan menyampaikan hasrat dengan santun dan bernuansa moral yang mulia kepada mitranya sesuai dengan status dan hargadiri guru dalam masyarakatya dalam menerapkan kebijakan pendidikan .

            Dari pihak mitra kerja pun akan dapat pula mem berikan respon yang positif sesuai dengan kemampuan yang ada dan mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini .Terutama dalam bidang perkembangan kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: