Beranda > SECRET GARDEN > Secret Garden episode 13

Secret Garden episode 13



Joo Won berbaring di samping Ra Im dan melihat Ra im tidur.

Joo won tersenyum melihat Ra Im. Ra Im mengerutkan dahi lagi, Joo Won menirukan Ra Im beberapa saat lalu melakukan kebiasaan-nya, menyentuh dahi Ra Im untuk menghilangkan kerutan-nya.

Begitu Ra Im membuka mata, Joo won berkata : Ada kamar kosong disamping.

Dimulailah bed-fight ala Secret Garden bukan hanya SKKS yang ada bed-fightnya ^_^

Ra Im kesal, mengambil bantal yang ia pakai dan memukul muka Joo Won dengan bantal itu. Lalu berbalik dan memunggungi Joo won.

Joo won tetap bertahan dan tidur di samping Ra Im.
Jong Soo masuk dan sebal melihat Joo Won tidur seperti itu, ia menyeret kaki Joo Won menjauh dari Ra Im. Seperti menyeret karung beras.
Jong Soo tidur di samping Ra Im.

Joo Won tidak menyerah, ia beringsut-ingsut naik ke arah Jong soo dan Ra im lalu menyeruak di tengah keduanya.

Joo won tidur dengan kepala menghadap ke punggung Ra im dan senyum menang.
Jong soo sepertinya sedikit geli dan pasrah melihat tingkah Joo Won.

Paginya, Ra Im dan Jong soo hiking berdua. Ra Im sangat menikmati udaranya. Joo Won menyusul mereka keluar dalam balutan selimut, tunggu..kalian berdua mau kemana?

Tapi baik Jong soo maupun Ra Im tidak menghiraukan Joo Won dan jalan menjauh.

Joo won teriak2 kalian mau kemana? berapa kali aku bilang, aku bukan orang yang bisa diabaikan begitu saja.
Jong soo dan Ra Im jalan naik ke gunung, Jong Soo tanya apa terlalu cepat? kecil, kata Ra Im.

Joo won nekad mengikuti keduanya tanpa pemanasan dan ia kehabisan nafas, Joo Won minta mereka pelan-pelan dan pergi bersama. Ra Im justru minta Jong soo mempercepat jalannya.
Joo Won panik, apa yang akan kalian lakukan diatas sana, berdua saja?

Sampai puncak gunung, Ra Im berkata ia sangat menyukai pegunungan saat musim dingin. Lalu keduanya turun lagi, ketika sampai bawah mereka lihat Joo Won, yang duduk menunggu mereka.

Joo Won marah2, kenapa kalian lama sekali? Aku hampir mati beku.

Ra im dan Jong Soo cuek dan jalan turun. Joo Won teriak, kenapa kalian pergi begitu saja, lihat, aku tidak bisa jalan!
Mereka berhenti dan menoleh. Kenapa? Joo Won mengeluh, mata kakiku keseleo, apa kau tidak melihat ini bengkak.

Jong Soo mendekati Joo won dan dengan kasar memeriksa mata kaki Joo Won apa benar keseleo, disini?
Joo won teriak-teriak, sakit! Ra im hanya menghela nafas.

Joo won minta keduanya membantunya turun, atau lebih tepatnya Ra Im untuk membantunya. Joo Won sengaja bersandar pada Ra Im untuk cari kesempatan.

Seperti memasukkan tangannya ke kantong Ra Im, menempelkan pipinya ke pipi Ra Im. membuat Ra Im kesal.

Pura2 jatuh dan memeluk Ra Im agar tidak kehilangan keseimbangan, membuat Jong soo menarik jaket Joo Won dan Ra Im menyingkirkan wajah dan tangan Joo won, kau mau mati ya?

Jong Soo punya solusi mantap, lebih baik aku gendong dia di punggung.
Joo Won : Tunggu..oh..aneh sekali…beberapa saat lalu rasanya sakit sekali, tapi sekarang sudah tidak apa-apa.
Ra Im : Kau tadi pura-pura?
Joo Won : Tadi sakit.

Ra im menendang Joo Won, Joo won terus menghindar sambil loncat-loncat, lalu tergelincir dan benar2 jatuh dan teriak. (di ep 12, salah seorang staf konstruksi menjelaskan kalau track-nya licin dan harus hati2, sekarang CEO-nya yang harus merasakan-nya sendiri. Aku ngga tulis karena kupikir ngga ada hubnya ternyata uadaa hehehe)

Now it’s Baek Ji Young’s time ^_^

Oska latihan dance untuk konsernya. Penyanyinya adalah Baek Ji young ^_^


Ji young tidak bisa konsentrasi, hentikan, tahan, tahan.
Oska : Kenapa?

Ji Young : aku tidak bisa melakukannya karena kau membuatku tertawa. Ji young menirukan gaya Oska. Apa kau pakai botox di panggulmu?
Apa aku harus memanggil Taecyeon? apa kau mau belajar darinya?

Oska kesal : Aku juga mau melakukan-nya dengan Sandara, bukan kau! (Sandara, anggota 2NE1)

Ji Young : Apa kau tahu berapa banyak fansnya? (fans Dara) apa kau mau ini menjadi konser terakhirmu?

Oska teriak, ya!, apa karena OST-mu terjual dengan bagus maka kau bisa merendahkan aku?
Ji Young : Meskipun kau tidak populer kau merendahkan orang lain.

Oska : Itulah mengapa aku hebat. Aku konsisten. Aku jadi populer, tapi aku tidak pura-pura rendah hati.
Ji young mengeluh, kukira aku menghianati negaraku di kehidupan masa lalu-ku (kok sial banget, artinya.), melihat apa yang kulakukan ini denganmu. Ayo cepat latihan!

Oska mengirim pesan untuk teman Seul, ia ingin bertemu.

Teman Seul kaget, jadi benar? kau berpisah tanpa tahu alasan-nya?
Oska : Dia menolak lamaranku dan pergi dengan Jun hyuk untuk belajar ke LN.

Teman Seul mengatakan kalau sebenarnya Seul dan Jun Hyuk tidak pergi bersama ke LN, mereka hanya berangkat bersama. Seul tinggal di Florida selama 2 bulan, lalu ke Toronto, London dan setelah itu ke Swiss sekitar satu tahun.

Oska : Apa benar? dia benar2 tidak dengan Jun Hyuk?
Teman Seul meyakinkan kalau semua benar, dan OSka keterlaluan. Seul bahkan juga hampir bunuh diri.
Oska terperanjat, apa katamu?
Seul ternyata sempat menelan obat dengan tujuan bunuh diri.

Oska hampir menangis dan ia tanya apa yang ia lakukan sampai Seul seperti itu. Tapi teman Seul menolak, yang seperti itu harus didengar Oska dari Seul langsung.
Karena bagi Seul, OSka adalah segalanya baginya. Tapi bagi Oska, Seul hanya satu dari begitu banyak wanita. Oska menangis.

Oska duduk di mobilnya dan melihat Seul jalan. Oska ingat kata2 teman Seul : Saat kau ingin bertemu Seul kau selalu bisa, tapi saat Seul benar-benar membutuhkan seseorang, dia sendirian karena popularitasmu, menjadi pacarmu, dia harus menyembunyikan dirinya sendiri. Di usia dimana ia sedang cantik-cantiknya dalam kehidupannya.

Tae Sun pergi menemui Seul.

Staf Seul akhirnya menemui Seul dan mengaku, kalau ia mendownload lagu itu dan ia tidak tahu kalau foldernya dibagi.
Seul : Jadi kebocoran itu benar2 karena aku? aku?
Seul seperti bicara dengan dirinya sendiri.

Stafnya sangat menyesal dan berkali-kali minta maaf, ia ingin mengundurkan diri karena menyesal.

Seul hanya memberinya ijin libur minggu ini dan gadis itu harus kembali setelah tahun baru, kau sudah membuat kekacauan dan kau berkata mau keluar? kau harus kerja keras karena sudah mengacau.

Stafnya terperanjat, jadi ia tidak dipecat?
Seul : Kau bilang kau membuat kesalahan. Aku membuat kesalahan yang jauh lebih parah dalam hidupku.

Tae sun tanpa sengaja mendengar percakapan mereka. Lalu Oska jalan masuk ke kantor Seul.

Oska dan Seul duduk sendiri, Oska terus saja mengupas kenari panggang dan Seul tanya apa yang Oska lakukan. Tapi Oska diam saja dan terus mengupas.
Seul mengaku kalau ia bertanggung jawab atas kebocoran itu dan ia akan membayar kompensasinya.

Oska mengupas kenari dan ingin menyuapi Seul satu, kau dulu suka kenari panggang.
Seul : Bukan aku, kau biasa melakukan ini dengan siapa? dan sekarang kau mencobanya denganku?

Oska kaget, bukan kau? aku sudah memikirkannya lama, tapi bukan juga..
Kenapa kau kencan dengan pria brengsek seperti aku? Apa yang sangat kau suka dariku? Oska sepertinya frustrasi. Lalu pergi.

Direktur Hwang Jung Hwan cie…mendekati Jong soo yang ada dalam van kalau Kim Joo Won tidak bisa bergerak, jadi dia (sebagai pemimpin hehe) meminta Ra Im untuk tetap di villa, karena ini semua karena Ra Im, yang membuat Joo Won terluka.

Jung Hwan : Karena dia terluka maka tidak boleh sendirian.

Jong Soo wajahnya berubah tapi ia berkata pada yang lain, jika semua sudah siap, kita pergi.

Di dalam villa, akhirnya mereka tinggal berdua saja. Joo won berbaring miring di sofa, Ra Im masih tidak percaya apa Joo won benar2 sakit atau pura2. Joo Won berkata apa itu yang dikatakan Ra Im pada orang yang hampir mati dan hidup kembali? Kenapa tadi kau memukulku?

Ra Im minta Joo Won pergi ke RS saja. Joo Won mau tapi kalau bukan dokter pribadinya, ia tidak bisa. Jika Joo won tiba-tiba muncul di RS, maka berita akan menyebar di berita keuangan dan mengakibatkan saham-nya turun.
Joo Won minta Ra Im mengobatinya. Apa aku ini dokter? kata Ra Im

Joo Won : Setiap aku melihat tubuhmu, sudah benar2 seperti RS yang kompleks (huehehehe)
Jika seperti itu, meskipun kau tidak bisa mendapat ijin, apa kau tidak bisa mengurangi bengkaknya paling tidak?

Ra im tidak sabar, mana yang bengkak? mana?

Joo won menarik celananya dan memperlihatkan sedikit celana dalamnya. Ra Im teriak dan berbalik, apa kau benar-benar mau mati?

Joo won justru bingung kenapa Ra Im berlebihan, Ada apa denganmu? bukan-nya kau belum pernah melihat sebelumnya. Kau pasti sudah melihat semuanya saat kita tukaran badan.

Masih tidak ingin melihat, Ra im menjawab dengan marah, aku bukan orang seperti itu. Apa kau akan menarik celanamu, secepatnya?

Baik, kata Joo won dan menarik celananya kembali. Ra Im melihatnya.
Joo Won tanya dengan serius, tapi sebagai balasan-nya, aku ingin kau menjawabku dengan jujur. Saat kau bertemu Choi Woo Young malam2 itu, apa yang kalian lakukan?

Ra Im menggoda Joo won, kami makan kulit babi, kenapa?

Joo won tidak mengerti, apa kau ini pegawai peternakan babi? kenapa kau berkeras memberi makan orang terhormat makanan seperti itu? Apa Choi Woo Young memakan-nya?

Ra Im masih ingin mengganggu Joo Won, Ya, bukannya melelehkan kulit itu seperti orang lain, dia benar2 mengunyahnya. Seperti seorang pria. (sebenarnya aneh juga, apa hebatnya mengunyah kulit? kulit babi mirip kulit sapi, cuma lebih lunak, tipis dan gurih, apalagi kalau dipanggang. Kalo kulit sapi lebih kenyal dan tebal. Tapi oseng kulit sapi pake cabe ijo enak kan, apa anehnya makan kulit.)

Mata Joo Won jadi menyala. Ra Im berdiri, Joo won menarik tangan Ra im dan membuat Ra Im duduk di dekatnya, di sofa. Ra im melotot ke arah Joo Won.
Joo Won : Kenapa? aku benar2 pria sekarang.

Ra Im mengibaskan tangan Joo Won, kau pura-pura sakit, kan? Joo Won mengeluh lagi, aduh sakit..benar2 sakit, aku pikir ini patah. Ra Im tidak percaya dan berdiri lalu akan pergi.

Tiba-tiba Joo Won berdiri, kau mau kemana?
Ra Im ingin jalan2, dan minta Joo Won jangan bergerak. Joo won mana mau ditinggal, aku akan pergi denganmu.
Ra Im : Kau bilang kau sakit.

Joo won teriak, Karena aku sakit! Apa kau tidak tahu terapi fisik?
Joo won memaksa jalan, mengambil jaketnya dan jalan mendahului Ra Im.

Keduanya jalan di bawah langit malam yang berbintang. Mereka jalan seirama, mirip imajinasi Joo Won waktu itu. Lalu ia ingat kata2 Jung Hwan dan mencoba mempraktekkan-nya.
Joo Won : Gil Ra Im.
Ra Im : Apa?

Joo Won : Ada harum lavender dalam aksimu.
Ra Im justru bingung dan terganggu, apa?
Joo Won tidak menyerah, ia sungguh ingin membuat Ra Im terkesan : Kehadiranmu adalah keajaiban bagiku.
Ra Im melotot : Orang gila.
Joo Won : Hwang Jung Hwan, benar2…

Keduanya jalan lagi, langkahnya seirama, nafasnya seirama. Joo won mengaku, di masa lalu ada kalanya aku jalan denganmu seperti ini. Kau terus saja muncul di depan mataku.
Tanpa berkata apa-apa, keduanya jalan dan berhenti bersama-sama

Ra Im menoleh dan melihat ke arah Joo Won, dan berkata dalam hati, Ada beberapa hal yang dipikir sebagai fantasi karena terlalu jauh. Tubuh yang bersinar memang seperti itu. Sama dengan orang yang terlalu indah. Mereka akan segera menghilang.

Ra Im melanjutkan, dalam buku yang kubaca untuk mengetahui seperti apa dia, ada kata-kata yang kusimpan dalam hati :

Joo Won sekarang menghadap ke arah Ra Im dan tersenyum. Ra Im berpikir : Sekarang aku menyadarinya, betapa indahnya dia. Dan juga betapa jauh dia dariku. Dia juga akan lenyap satu hari nanti, seperti yang dilakukan orang-orang jika mereka terlalu indah.

Kembali ke villa,

Joo won si perusak ketenangan, act 1 :

Ra Im duduk merenung di kamarnya, tiba-tiba pintunya terbuka. Joo Won melongok-kan kepalanya.
Ra Im kesal, apa kau tidak tahu bagaimana mengetok pintu?
Joo Won : Yah, aku tidak tahu ..karena tidak banyak pintu di dunia ini yang perlu kuketok agar bisa masuk.

Ra im memandang Joo Won dengan kesal.
Joo won merengek, cuci kakiku. Aku tidak bisa melakukannya karena punggungku sakit. (minta tolong Moon Jae shin aja buat nyuci kaki, pasti langsung ilang kakinya hehe)

Ra Im : kau ingin aku…mencuci kakimu??

Act 2,
Tidak lama, (mungkin setelah Ra Im mengusir Joo won), pintu terbuka lagi, tanpa mengetuk, Kim Joo Won muncul lagi, Ambilkan aku air. Aku haus.

Ra Im : Jarak dari kamarmu ke dapur lebih dekat daripada dari kamar ini, kau tahu.
Joo won menggerakkan bahunya, tidak mau pergi.

Act 3,
Pintu terbuka lagi, (heran-nya kenapa tidak dikunci oleh Ra Im ), Joo Won muncul, Ganti saluran TV untuk-ku. Yang kutonton sekarang membosankan.

Ra Im teriak kesal.

Act 4,
Joo Won membuka pintu lagi, kali ini plus bantal dan senyum mencurigakan. Ra Im sudah kenyang, apa kali ini?

Joo Won masuk ke dalam kamar, aku akan tidur di kamar ini.

Ra Im syok, apa?
Joo Won : Kenapa? aku tidak bisa? Manusia harus mengalami beberapa hal bersama agar bisa dekat.
Ra Im : Apa kau sudah gila? Apa kau tidak akan pergi?

Joo Won : Bagaimana seorang wanita yang biasa blak-blakan dan terbuka, kenapa pura-pura tidak mengerti dalam waktu seperti ini? Kalau kau pergi ke suatu pulau dan kau ketinggalan kapal terakhir. Kalau kau pergi ke hotel, kamar mereka tinggal satu. Kalau kau pergi ke villa maka tentu saja, kau harus …

Ra Im murka dan melemparkan bantalnya ke Joo Won, yang kaget sekali, dan teriak pada Ra Im.

Ra Im mencoba taktik lain : Baik. Kau tidur disini. Aku akan keluar.
Ra Im jalan keluar. Joo won tidak mengira dan mengikuti Ra Im keluar. Sampai luar kamar, tiba-tiba Ra Im dengan gesit berbalik dan masuk ke kamarnya. Lalu secepat kilat mengunci pintunya hahaha..

Joo Won kaget dan mengetuk pintu, buka, apa kau tidak akan membukanya? Buka pintu saat aku masih mengatakan-nya dengan baik2 atau kalau tidak aku akan mendobraknya.

Ra Im : Dobrak saja, ini pintumu, bukan pintuku.

Joo Won mencoba membuka pintu dengan berbagai macam cara. Joo Won menemukan pena dan klip. Lalu ia mencoba membuka kunci kamar Ra Im dengan pena lalu mencoba dengan klip. Tapi gagal. Joo won frustrasi, pastikan kau mengunci pintunya dan tidur, karena kau tidak akan tahu kapan aku akan mendobraknya.

Joo Won jalan ke tangga dan membuat suara seperti naik ke atas lalu turun lagi, ia pura2 teriak, Direktur Im? kau belum pergi? Apa ada yang ketinggalan?

Ra Im yang ada di dalam, tiba2 kaget. Direktur? Lalu Ra Im membuka pintu dan keluar. Direktur…

Joo Won melihat Ra Im dan berkata penuh kemenangan, kau bodoh sekali..

Ra Im terkejut, dan sebelum ia sadar atau bereaksi, Joo Won mendorongnya dengan cepat masuk ke kamar. Menjatuhkan Ra Im ke atas tempat tidur dan mengunci Ra Im dengan kakinya dan memeluk Ra Im erat-erat. (Adegan yang menimbulkan kontroversi karena banyak yang protes, it’s an assault, and I’m agree)

Joo Won : Ayo tidur, aku ngantuk dan menutup matanya.

Ra Im masih berusaha melepaskan diri, apa kau gila? lepaskan! lepaskan! saat aku masih bicara baik-baik.
Joo won pura-pura mendengkur.

Ra Im : Baik aku akan memberimu kesempatan, dalam hitungan ke-3 lepaskan aku, meskipun kau tidak akan lolos dari luka, aku tidak akan mengirim-mu ke alam lain.
Joo Won semakin mempererat pelukan-nya.
Ra Im : Baik, kalau kau berhenti sekarang, aku tidak akan menuduhmu melakukan kejahatan, aku sumpah, aku tidak akan memukulmu.
Joo Won : Jika kau terus saja bicara aku akan lompat ke atasmu.

Kata-kata Joo Won membungkam Ra Im. Ra Im hanya melihat ke arah Joo Won.

Joo Won membuka matanya dan keduanya saling berpandangan cukup lama.

Akhirnya Joo Won memeluk Ra Im semakin erat dan bergumam : kim soo han moo…sari sarisenta bwa hahahaha..
Ra Im heran, Joo Won membelai kepala Ra Im dan terus bergumam kim soo han moo…terus dan terus..Joo Won frustrasi hahahaha…dia harus mengoceh kim soo han moo itu untuk menenangkan diri.

Paginya, Ra im bangun sendirian, ia mengingat apa yang terjadi semalam dan mencari Joo Won. Ra Im keluar dari villa.

Joo Won sedang mengadakan meeting dengan para pekerja konstruksi. Mereka jalan ke arah Ra Im. Joo Won melihat ke arah Ra Im dan penuh arti, Ra Im menghindari mata Joo Won, sepertinya Ra Im malu karena terlihat keluar dari villa Joo Won.

Setelah para pekerja itu pergi, Joo Won tanya : Apa kau sudah berkemas? kita bisa berangkat sekarang?
Ra Im : yah.
Joo won minta Ra im menyetir karena punggungnya sakit. Ia minta diantar ke RS di Seoul.
Joo won : Ini benar, aku bilang semalam aku kesakitan tapi kau justru tidur nyenyak, aku benar2 sakit, cepat.
Ra Im sedikit cemas, jadi kau benar2 sakit?

Sampai di RS, Joo WOn diperiksa oleh dokter dan dia berkata kalau kondisinya seperti ini, maka pasti sakit sekali. Pasti sulit jalan dengan benar.

Ra Im melongo, jadi bukan dibuat-buat?
Joo Won berkata ke dokternya, jadi kau bisa berkata ini keajaiban kalau aku bertahan ?

Dokter membenarkan, untunglah kau bertemu dengan Heo Jun (dokter hebat masa Joseon), jika kau mendapat perawatan akupuntur sekarang kau pasti akan baik-baik saja.

Joo Won panik melihat jarum akupuntur dan teriak2, ia berkata pada Ra Im, wanita ini membuatku jatuh berguling-guling, temui pengacaraku besok dan kau akan melihat betapa gelapnya masa depanmu, jadi siap-siap.
Ra Im : Memangnya kau benar-benar punya pengacara?
Joo Won teriak kesakitan lagi..

Ibu Joo Won bertemu Dokter Lee Ji Hyun lagi. Ibu Joo won ingin tahu untuk apa obat yang diminum Joo won dan seberapa serius kondisi Joo Won.
Dokter Lee tidak mau mengatakan-nya, sesuai dengan kode etik kedokteran, informasi pribadi pasien tidak bisa…

Ibu Joo Won minta dokter Lee tutup mulut, sejak Joo Won dilahirkan, dia tidak pernah menjadi hanya seorang pribadi, apapun yang terjadi pada Joo won, akan mempengaruhi 30 ribu karyawan grup LOEL, apa kau tidak tahu itu?

Ji Hyun berkata kondisi Joo Won tidak separah itu.
Ibu Joo Won : aku akan memutuskan itu.
Ji Hyun : Aku dokternya.
Ibu Joo won : Kalau kau memang hebat, kenapa kau membiarkan orang lain mengetahuinya? (seperti Ibu Joo won)

Ji Hyun belum bisa menjelaskan ketika sekretaris Ibu Joo Won masuk dan lapor kalau Joo Won terluka.
Ibu Joo Won : Apa? Joo Won kita? dimana? karena apa? seberapa parah?
Lalu ia mendengar kalau Joo Won kecelakaan di resort ketika bersama Ra Im. Ibu Joo won murka.

Oska dan Ra Im latihan mendaki lagi dan Ra Im memberi beberapa petunjuk pada Oska. Setelah selesai, Oska mengantar Ra Im pulang.
Oska melihat mobil Ibu Joo won dan sekretarisnya menunggu di dalam. Ra Im heran, kau mengenalnya? Oska minta Ra Im pergi dulu, jangan masuk. pergilah ke satu tempat sampai aku menelepon.

Oska : Kau tidak bisa masuk. mengerti?

Di dalam apartemen, Ah Young menemui Ibu Joo Won. Ibu Joo won melihat sekeliling dan ketika melihat satu box pakaian dalam Joo Won, ia teriak.

Oska masuk ke dalam. Ah young kaget, bukankah itu Oska?
Oska : Mengapa kau disini? keluar.

Ibu Joo Won ke Oska : Mengapa kau disini? Apa kau mengencani ini? (Bukan dia, tapi ini. Ini maksudnya Ah Young. Ibu Joo Won tidak menganggap Ah Young dan Ra Im itu manusia, mereka hanya ini atau itu sigh…)

Ra Im menyusul masuk. Ia syok melihat ibu Joo Won, kenapa kau kesini?

Ibu Joo Won melihat Ra Im dan Oska, apa ini? apa kalian bersama dan sekarang datang bersama?
Ibu Joo Won tanya pada keponakannya, apa yang kau lakukan ini?

Oska : Bibi, kau menulis novel. Ini tidak seperti itu, sudah ayo pergi. Oska menggandeng ibu Joo won dan mengajaknya pergi.
Tapi Ibu Joo Won melepaskan tangan Oska dengan kuat, membuat Oska kaget. Kau diam saja!

Ibu Joo Won mencaci Ra Im : Kau pergi ke Jaecheon dengan Joo Won kan? gadis macam apa dirimu? kau bilang kalau Joo Won tidak berharga bahkan untuk dipermainkan. Kau memintaku untuk menjauhkan-nya darimu!

Kau melindungi harga dirimu seperti itu dan kau membuatku seperti ibu yang berlebihan? Jika kau miskin, paling tidak kau punya harga diri. Bagaimana kau bisa mempermainkanku beberapa kali seperti ini?

Oska teriak, bibi! hentikan! apa yang dilakukan Ra Im? daripada seperti ini, lebih baik pulang dan bicara dengan Joo won, ok?

Ibu Joo won makin marah, ia mengambil kotak isi celana dalam Joo Won dan menumpahkan-nya ke kepala Ra Im, apa ini sesuatu yang bisa dibicarakan dengan Joo Won? beraninya kau membawanya ke tempat mengerikan seperti ini? Apa kau benar-benar sudah gila? Kau pikir kau tidak akan bisa dihentikan karena kau sembunyi di balik Joo Won?

Ra im berusaha membela diri, kau salah paham, itu semua tidak pernah terjadi.

Ibu Joo Won : Jika itu tidak pernah terjadi? mengapa ini semua ada di sini? apa kau mengenakan ini?
Inilah orang yang tumbuh tanpa orang tua. Apa orang tuamu mengajarkan ini padamu? Menggoda pria dan mengambil uangnya jika kau kesulitan?

Ra im tidak terima dan terluka, apa yang kau katakan?
Ibu Joo Won, aku tidak salah. Orang tuamu yang dihina karena kau.

Awalnya Ra Im berkata dengan pelan, tarik kembali ucapanmu sekarang, lalu teriak, tarik kembali ucapanmu sekarang!
Ibu Joo won : Kau siapa, berani meninggikan suaramu!

Ra Im : Kim Joo Won menyukaiku dan aku mulai menyukai Kim Joo Won. Tapi sekarang aku lebih baik mati daripada bertemu dengannya. Dia bukan pria yang tidak akan kulupakan, yang sampai membuat orang tuaku dihina. Dia (Joo Won) tidak berharga. Ayahku adalah pria mengagumkan yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan banyak orang. Dia bukan orang yang seharusnya mendengar ini dari orang sepertimu. Jadi tarik kembali kata-katamu! Tarik kembali!

Ibu Joo Won : Kenapa? aku orang yang bisa mengatakan hal-hal yang jauh lebih buruk dan melakukan sesuatu yang jauh lebih buruk.

Oska tidak tahan lagi, Bibi! kumohon! hentikan dan pergi. Oska memaksa Ibu Joo Won pergi dan menyeretnya keluar.

Ra Im jatuh ke lantai dan menangis terisak-isak, menyebalkan! sangat menyebalkan! Ah Young membungkuk dan memeluk Ra Im. Ra Im jangan menangis, jangan menangis..Tapi ah young tidak tahan dan ikut menangis bersama Ra Im.

Oska kembali ke dalam dan melihat keduanya menangis di lantai.

Joo Won ada di kantornya dan ia tertelungkup kesakitan di sofanya. Sekretaris Kim menerima semua telp untuk Joo won dan ia mendapat telp dari Ah young yang berkata kalau Ibu Joo won menemui Ra Im dan membuat kekacauan.

Joo Won mendengarnya dan kaget, ibuku kemana? Lalu mencoba menelepon Ra im, tapi ponselnya mati.

Joo Won bergegas ke apartemen Ra Im, tapi tidak ada jawaban. Lalu ke sekolah aksi tapi tidak ada orang juga disana.

Akhirnya Joo Won menemui ibunya. Joo Won tanya apa ibunya mengatakan hal mengerikan dan membuat Ra Im menangis?
Ibu Joo Won menjawab, kalau iya memangnya kenapa? Lalu ibunya menyinggung kebiasaan Joo Won minum obatnya dan Joo Won berkata itu bukan urusan ibunya.

Ibu Joo Won : Itu yang kau pikirkan. Apa ini Amerika? Orang yang mengambil perawatan psikologi, apa kau pikir orang (Korea) akan mengiranya sebagai kenormalan?

Apa yang akan kau lakukan jika rumor mulai berkembang tentang ini, bagaimana kau akan mengatasinya? Apa yang akan kau lakukan dengan keluarga, kakek, tuan park yang mengincar posisimu?

Joo Won berkata akan mengatasinya sendiri, hanya jangan menemui atau memanggil wanita itu kesini lagi.

Ibunya heran, apa kau begitu menyukai gadis itu? dia berkata dia tidak akan menemuimu, dia berkata kau tidak pantas untuknya. Tapi kau masih menyukainya?

Ibu Joo Won mengancam, jika kau sangat menyukainya, pergi temui dia, tapi lepaskan semuanya, uang, kekuasaan, status, segalanya yang kau nikmati sampai saat ini. Jika kau bisa membuang semuanya. Apa akan baik-baik saja jika kalian memiliki anak? waktu akan mengubah segalanya? Tidak akan pernah. Aku mungkin akan bisa menerimamu dan anakmu tapi..gadis itu tidak akan pernah masuk melalui pintuku. Tidak sebelum aku mati. Itulah mengapa aku akan menulisnya di surat wasiatku. Jadi jika kau bisa bertahan hanya dengan cinta, maka pergilah.

Ibu Joo Won sudah pergi tapi Joo Won masih mematung di tempatnya, memikirkan kata-kata ibunya dan Joo Won menangis.

Ra Im masih marah dan tiduran. Ia tidak mau melakukan apapun. Ah Young membujuknya makan, dan Joo Won datang. Ia ingin masuk tapi Ra Im tidak mengijinkan Ah Young membuka pintu.
Joo Won menelepon, tapi tidak diangkat oleh Ra Im.

Joo Won memohon, buka pintu, agar aku bisa minta maaf, apa kau akan seperti ini? ayo bicara. Gil Ra Im buka pintunya! Ra im-ah lihatlah aku..tapi Ra Im tetap tidak membukakan pintunya untuk Joo won. Ra im tidak tidur semalaman.

Paginya Ra Im keluar dan Kim joo Won masih ada di mobilnya, dia keluar dan berdiri di depan Ra Im, aku sudah bilang, aku akan melakukan apa saja. Menunggu di depan rumahmu selama 8 jam, sekarang bagiku bukan apa-apa. Ra im menghindari mata Joo Won.

Joo Won berkata, semalam dingin sekali disini. Kau tidak tahu itu kan?
Ra Im masih tidak melihat Joo Won.

Joo Won : Lihat aku, kumohon. Aku memikirkannya semalaman, tapi aku tidak tahu bagaimana meminta maaf padamu.

Akhirnya Ra Im melihat Joo Won, kau tidak tahu caranya? mengapa? Apa karena kau tidak pernah minta maaf pada wanita miskin sebelumnya? kenapa hal yang tidak kau ketahui adalah sesuatu yang diketahui semua orang di dunia ini?

Mengapa kau tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa dilakukan semua orang di dunia ini? Aku selalu minta maaf dimanapun aku pergi, tapi bagaimana kau bisa tidak mengetahuinya?

Ra Im : Ibumu benar2 luar biasa. Dia membuatku kembali ke kediaman itu beberapa kali dan sekarang ia melakukannya dimana aku bangun dan makan tiap hari. Sekarang aku harus hidup sambil bernafas, makan, dan bercanda di ruang tamu itu, dimana aku selalu ingat apa yang terjadi kemarin malam. Mengerti?

Jadi jangan meributkan kalau kau harus menunggu semalaman dan keluar dari kehidupan menyedihkanku sekarang.
Pergi dan kembalilah ke dongeng indahmu.

Joo Won sepertinya syok. Ra Im jalan melewati Joo Won. Joo Won berdiri mematung.

Joo won kembali ke kehidupan-nya, ia bertemu Oska dan minta Oska jangan lupa datang ke pesta Natal VVIP-nya.
Oska tanya apa Ra Im akan datang?
Tapi Joo Won tidak menjawab, hanya berkata kalau Yoon Seul akan datang karena dia anggota VVIP.
Oska : Kita ini punya nama besar tapi kenapa kehidupan kita berantakan? benar-benar…

Teman Seul tanya apa Seul akan datang ke pesta.

Ah Young dan Kim siap-siap untuk pesta dan Kim tanya apa Ra Im baik-baik saja.

Ra Im membaca skenario dalam bahasa Inggris. Joo Won minum obatnya lagi. Ra Im berlatih aksi, Joo won mencoba menelepon tapi tidak mendapat jawaban.

Ra Im melihat Joo Won parkir di dekat sekolah aksi. Ia minta Jung Hwan berkata kalau ia tidak ada disini.

Jung Hwan menemui Joo Won, Joo Won tahu Jung Hwan bohong. Jung Hwan berkata Ra Im punya alasan tidak ada disini.

Joo Won teriak, Gil Ra Im dengar baik-baik! Aku tahu kau bisa mendengarku, sekarang kau menjadi pengecut. Jika kau pikir aku akan menyerah, kau salah. Aku bahkan belum memulainya, aku belum mendengar jawabanmu, kau tahu bersembunyi tidak akan menyelesaikan masalah. Akan lebih baik kalau kau membantingku, banting saja aku!

Jong Soo mendekati Ra Im. Ra Im minta maaf atas keributan ini. Jong Soo hanya berkata, ia tidak tahu apa yang terjadi tapi sembunyi seperti ini bukankah semakin memperburuk keadaan?
Ra Im menangis, maafkan aku.

Joo Won pulang dan menjamu para tamu VVIP-nya, ia mengirim pesan ke Ra Im :
Kau dimana? katakan padaku dimana kau.
Jawab telpku.
Kau benar2 tidak akan menemuiku?
Apa ini yang terbaik darimu, apa kau yakin?
Aku cemas jadi kumohon telp aku, aku memohon padamu.
Ra Im akhirnya pergi menemui Joo Won.

Ra Im melihat Joo Won di tengah pesta, Ra Im sadar ini bukan tempatnya, ia ingat kata2 Joo Won kalau Ra im paling tidak harus sedikit saja memberi perhatian dengan keadaan-nya sebelum menemui Joo Won.
Joo Won melihat Ra Im dan Ra Im sembunyi di balik pohon.

Ra Im pergi dan tidak mengangkat telp Joo Won. Tapi sebelum Ra Im sampai keluar, ia bertemu Oska, kapan kau datang? Apa Joo Won mengundangmu?

Ra Im berkata ia memilih hari yang salah untuk datang dan ia akan pergi.

Oska mencegah Ra Im pergi, ia memegang tangan Ra Im, dingin sekali, sudah berapa lama kau diluar? Kau membeku. Ayo ke rumahku. Oska menyeret Ra Im ke rumahnya.

Oska memberikan minuman hangat untuk Ra Im, kau sudah baikan sekarang? Oska minta Ra Im datang ke pesta bersama dengannya. Ra im menolaknya, aku tidak berpakaian pantas.

Oska santai dan berkata kita bisa mengaturnya, nanti kalau kau bertemu Joo Won, bilang saja, aku datang kesini untuk bertemu denganmu.

Oska menelepon stylist-nya dan berkata : ini aku, buat persiapan untuk rambut, make-up, busana, dan datang secepatnya, ukurannya tinggi sekitar 166/167 cm, ukuran 44, dia punya kaki dan lengan panjang. Pinggang…Oska mencoba melihat pinggang Ra Im.

Ra Im teriak dan Oska berkata biasa saja, seperti balok (bukan bentuk gitar haha). Oska berkata, tenang saja, karena hari ini aku adalah ibu perimu.

Joo won terus mencoba menelepon Ra Im. Seul datang dan memuji pesta kali ini lebih baik dari tahun lalu. Dasar Kim Joo Won, tidak memberi muka pada cewek haha, ia menjawab bagaimana Seul tahu, karena tahun lalu seul tidak mendapat undangannya.
Seul sama saja, tidak kurang freak, aku tahu itu, tapi karena hari ini aku datang. (maka pesta jadi jauh lebih baik, begitu maksud nona satu ini)

Joo Won : Ahh!
Seul melihat sekeliling dan Joo Won berkata, kakak belum datang dan mungkin tidak datang.
Seul : aku tidak mencari Oska tapi berapa banyak wanita disini yang lebih baik dariku.

Tiba-tiba mata Joo Won terbuka lebar karena syok, Seul menoleh dan ia juga melongo.

Ra Im datang sambil merangkul lengan Oska. Ra Im muncul dalam balutan gaun hitam model tube pendek yang elegan, dengan mignon/sanggul kecil di kepalanya, mengenakan perhiasan asli, dan poninya sama dengan Oska hahaha..tapi Ra Im keren.

Joo Won melihat Ra Im dan tidak percaya dengan matanya sendiri, sepertinya Joo Won marah dan setengah cemburu.

  1. 18 September 2014 pukul 4:39 pm

    When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox
    and now each time a comment is added I get three
    e-mails with the same comment. Is there any way you can remove me from that service?
    Cheers!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: