Beranda > CATATAN HARIAN, februl defila, MOTIVASI > Strategi, Manfaat dan Pentingnya Membangun Citra Diri yang Positif

Strategi, Manfaat dan Pentingnya Membangun Citra Diri yang Positif


KASKUS.COM

Mencintai orang lain? Wah, itu biasa dilakukan remaja seusia kita. Mencintai diri sendiri? Nah, ini malah belum tentu bisa dilakukan dengan baik oleh remaja seusia kita. Mencintai diri sendiri bukan berarti kita menjadi orang yang sombong lagi takabur. Mencintai diri sendiri malah lebih cenderung kepada mensyukuri apa yang Allah berikan kepada diri kita. Dalam ilmu psikologi populer, mencintai diri sendiri berarti adalah kita memiliki citra diri yang positif.

Apa pentingnya mencintai diri sendiri ini? Manfaat apa saja yang kita raih dari memiliki citra diri positif? Itu semua bisa Anda simak di bawah ini. Nanti, kita juga akan tahu kiat apa yang kita perlukan untuk membentuk citra diri yang positif. 

Untuk lebih jelasnya, silahkan di tunggu postingan-postingan saya yang selanjutnya, yang akan saya publikasikan mulai pada tanggal 1 september tahun ini.

Dan ini adalah bagian penutup dari postingan-postingan tentang “Strategi, Manfaat dan Pentingnya Membangun Citra Diri yang Positif”. Bagian-bagian yang membahas tentang strategi, manfaat atau pun pentingnya membangun citra yang positif akan di bahas di postingan-postingan tersendiri yang saling terpisah. Berikut, Silahkan dibaca!

Seringkali orang yang sudah berada di tingkat atas merasa tak perlu lagi untuk belajar. Ia memandang remeh untuk belajar lagi, ia pikir, “Toh, aku sudah sukses.” Tambahan, orang seperti ini lebih enggan lagi untuk belajar pada orang yang lebih rendah dari dirinya. Hasilnya, ketika ia dirundung masalah, keberhasilannya pun melorot. Orang yang lebih rendah yang terus belajar akan menggantikannya dan menangani masalah dengan lebih baik.

Ternyata, banyak juga manfaat yang bisa kita peroleh jika kita mempunyai citra diri yang positif. Tunggu apa lagi? Insyaallah, mencintai diri sendiri dengan memiliki citra diri yang positif ini tak seruwet jika kita terjebak dengan kisah mencintai orang lain.

  1. Andi Aryatno
    30 Oktober 2011 pukul 5:39 pm

    Aku Cinta sang Pencipta, Orang Tua, diri aku, para sahabat. . . . . (maklum belum punya gebetan)😀

    • februldefila
      31 Oktober 2011 pukul 3:02 pm

      hahahahahahah…….
      Sama dnk kita gan..
      blom punya gebetan. alias tidak laku kita.😥

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: