Beranda > februl defila > ISI HATIKU

ISI HATIKU


Tahukah kamu apa isi hatiku saat ini?
Aku sangat mencintaimu,
Aku tidak berharap untuk kau bisa mengerti dengan perasaanku ini,
Yang aku ingin hanyalah kau tahu aku mencintaimu…
Semakin hari, cinta itu semakin besar dan dalam padamu,
Kau bagaikan pelita dalam hidupku.
Aku memintamu untuk membawaku hadir ke dalam duniamu,
Tapi apa yang terjadi,
Kau tak pernah peduli dan tak mau peduli,
Bahkan aku rela berpura-pura seolah aku ini tidak pernah ada, agar aku bisa tetap berdiri disisimu, bertahan semampu yang aku bisa, karena aku telah terhanyut dengan indahnya perasaan cintaku.
Padahal, aku tidak pernah meminta agar kau membalas cintaku.
Tak tahu kenapa, kau pergi begitu saja,
Menghilang dari kehidupanku…
Meninggalkan diriku dengan perasaan yang teramat sakit, Menghancurkan isi hatiku.
Membuatku menyendiri dari duniaku sendiri.
Tidak ada lagi yang menghiasi hidupku ketika aku terbagun dari tidurku, karena kebahagiaan telah kau bawa pergi bersamamu, pergi menjauh dari diriku.
Dan aku, hanya ditemani oleh rasa sakit dihatiku yang tak jua kunjung pergi.
Terlalu lama aku menegarkan diriku sendiri, agar bisa menerima kenyataan hidup yang pahit ini, aku berjuang sekeras hatiku, dan aku berhasil.
Tapi,
Tiba-tiba saja kau kemabli hadir, dengan senyuman 10.000 watt mu itu,
Dengan gamblangnya kau katakan, kau aku mengisi lagi kehidupanmu,
Dan kau katakan, kau ingin masuk ke dalam duniaku secara menyeluruh, mengobati luka yang dulu telah kau ciptakan untukku?
Tapi untuk apa?
Agar kau bisa menyakitiku lebih jauh lagi nantinya?
Tahukah kau betapa sakitnya hatiku mendapati kenyataan yang seperti ini?
Tapi maafkan aku,
Aku sudah tidak mencintaimu lagi seperti dulu,
Dan semua keistimewaanmu yang dulu pernah ada di hadapanku, telah lenyap, menghilang bagaikan buih,
karena rasa sakit yang kau tinggalkan dulu padaku, dan dibantu oleh sang waktu.
Dan aku tidak ingin kau hadir ke dalam duniaku,
Karena aku tidak ingin menyakiti diriku lebih jauh lagi,
Meski sampai saat ini, aku masih sendiri…
Dan aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan,
Aku mampu terlepas dari rasa cintau padamu,
Sekali lagi, Terimakasih Tuhan….

Padang, Kamae KOS, 22 November 2011

13.49

Kategori:februl defila
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: