Beranda > EDUCATION, februl defila > TEORI PEMBELAJARAN MENURUT ALIRAN PSIKOLOGI GESTALT

TEORI PEMBELAJARAN MENURUT ALIRAN PSIKOLOGI GESTALT


A.Teori dan Pembelajaran Menurut Aliran Gestalt

Gestalt dalam bahasa jerman berarti whole configuration atau bentuk yang utuh , pola, kesatuan, dan keseluruhan . artinya gestalt adalah keseluruhan lebih berarti dari bagian-bagian. Perintis teori gestalt ini ialah Chr.von Ehrenfels, dengan karyanya uber gestaltqualitation (1890).para pengikut-pengikut aliran psikologi gestalt mengemukakan konsepsi yang berlawanan dengan konsepsi yang dikemukakan oleh para ahli yang mengikuti aliran-aliran lainnya seperti aliran asosiasi. Bagi para ahli pengikut gestalt , perkembangan itu adalah proses diferesiasi. Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan ,sedangkan yang bagian –bagian adalah skunder , bagian bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhandalam hubungan fungsional dengan bagian bagian yang lain nya keseluruhan ada terlebih dahulu baru di susul oleh bagian-bagian nya.

Bila kita bertemu dengan seorang teman misalnya,dari kejauhan yang kita saksikan kita terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpemmya yang bagus atau dahinya yang terluka,melainkan justru taman kita itu sebagai keseluruhan,sebagai gestalt.baru kemudian menyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru ,pulpennya yang bagus,dahinya yang terluka dan sebagainya.

Teori kognitif dari psikologi gestalk ini terdiri dari beberapa teori lagi yang di dalamnya terimplikasi belajar dan pembelajaran.teori tersebut adalah:

  • Wawasan, adalah konsep psiko gestalt.Tekanan dalam pembelajarannya yaitu “Pembinaan Wawasan Belajar”.Tokoh-tokohnya: Max Wertheirner,Kofika Kohler.
  • Tujuan yang berwawasan,dengan konsep konfiguralisme.Tekanan dalam pembelajarannya adalah “membantu siswa mengembangkan wawasan yang berkualitas tinggi”.Tokoh_tokohnya:Bode,Mheeler,Batles.
  • Wawasan kognitif,yaitu relative positive (psikologi wawasan).Tekanan dalam pembelajarannya “Membantu siswa merakstruktur life spaces mereka,meletakkan wawasan baru kedalam situasi siswa”.Tokoh-tokohnya:Lewin,Dewey,Alport Bigge,Brumner,Koch.

B.Hukum-Hukum Belajar Gestalt

  1. Hukum Pragnaz,menunjukkan tentang berarahnya segala kejadian,yaitu berarah kepada pragnaz itu,yaitu suatu keadaan yang seimbang,suatu gestalt yang baik.Gestalt yang baik,keadaan yang seimbang ini mencakup sifat-sifat keturunan,sederhanaan,kestabilan,simetri dan segainya.
  2. Hukum-hukum tambahan,ahli psikologi mengadakan penelitian dalam bidanmg penglihatan dan menemukan bahwa objek=objek penglihatan itu membentuk diri menadi gestalt-gestalt menurut prinsip-prinsip tertentu diantaranya:hukum keterdekatan,hukum ketertutupan,hukum kesamaan.jadi yang penting bukanlah mengulang –ulang hal yang harus di pelajari tetapi mengertinya mendapatkan insidht.insidht tergantung kepada kesanggupan,pengalaman,taraf konfleksitas dari suatu situasi,latihan dan trial and error.

Menurut Hilgard(1948:190-195)memberikan enam macam sifat khas belajar dengan insight:

  • Insight termasuk pada kemampuan dasar
  • Insight itu tergantung pengalaman masa lampau yany relevan.
  • Insight tergantung kepada pengaturan secara eksperimental.
  • Insight itu didahului oleh suatu peride coba-coba.
  • Insight yang telah sekali didapatkan dapat dipergunakan untuk menghadapi situasi-situasi yang baru.

    C.Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran

    Aplikasi teori gestalt dalam proses pembalajaran antara lain:

  1. Pengalaman tilikan(insight);bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku.Dalam proses pembelajaran,hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsure-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
  2. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning);kebermaknaan unsure-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran.Makin jelas makna hubungan suatu unsure akan makin efektif sesuatu yang dipelajari.Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah,khususnya dalam identifikasi masalah dalam pengembangan alternative pemecahannya.
  3. Perilaku bertujuan (pusposif behavior);bahwa perilaku trerarah pada tujuan.Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus respons tetapi ada keterkaitannya dengan tujuan yang ingin dicapai.
  4. Prinsip ruang hidup(life space);bahwa perilaku individu memilki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada.oleh karna itu,materi yang di ajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupanpesrta didik.
  5. Transfer dalam belajar;yaitu pemindahan dalam pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain.menerut pandangan gestalt,teransfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian mene,patkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata susunan yang tepat.Juud menekankan pentingnyan penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum(generalisasi).Transfer belajar akan terjadi apabila pesrta didik tekah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain.Oleh karena itu,guru hendaknya dapar membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang di ajarkannya.

    Psikologi gestalt dikembangkan di Eropa (jerman)pada sekitar tahun 1920-an.Psikologi gestalt memperkenalkan suatu pendekatan belajar yang berada secara mendasar dengan teori asosiasi atau teori tingkah laku (behaviorism).Teori gestalt di bangun dari data-data hasil eksperimen yang sebelumnya oleh ahli ahli teory asosiasi belum dapat dijelaskan.meskipun pada awalnya psikologi gestalt hanya dipusatkan pada fenomena yang dapat dirasa , tetapi pada akhirnya di fokuskan pada fenomena yang lebih umum yaitu hakikat belajar dan pemecahan masalah.

Pokok pandangan gestalt adalah bahwa obyek atau pristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan kohler , ada 7 prinsip organisasi yang terpenting adalah :

  1. Hubungan bentuk dan latar ( figure and gound relationship);yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat di bagi dua yaitu figure(bentuk) dan latar belakang.
  2. Kdekatan (proxmit); brahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
  3. Kesamaan (milsiarity); bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
  4. Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagai suatu figure atau bentuk tertentu.
  5. Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan regular dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan.
  6. Ketertutupan (closure); bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.

Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan gestalt, yaitu:

  1. Prilaku “Molar” hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan prilaku “Molecular” prilaku “Molecular” adalah prilaku dalam bentuk konraksi otot atau keluarnya kelenjer, sedangkan prilaku “Molar” adalah prilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepak bola adlah beberapa prilaku “Molar”. Prilaku “Molar” lebih mempunyai makna disbanding dengan prilaku (Molecular”.
  2. Hal yang penting dalam mempelajari prilaku ialah membedakan an tara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada , sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang Nampak dari jauhseolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakansuatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat

    (lingkungan geografis).

  3. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misal, ladanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, Gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau bintang tertentu.
  4. Pemberian makna terhadapsuatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memb erikan tafsiranterhadap rangsangan yang diterima.

D. Prinsip-Prinsip Dasar Gestalt

  • Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field.Setiap perceptual memiliki organisasi ,yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground.Oleh karena itu kemampuan persepsi ini merupakanfungsi bawaan manusia,bukan skill yang di pelajari.Pengorganisasian ini mempengaruhi makna yang di bentuk.
  • Prinsi-prinsip pengorganisasian:
    • Principle of proximity: organisasi berdasarkan kedekatan elemen.
    • Principle of similarity: Organisasi berdasarkan kesamaan elemen.
    • Principle of objective set: organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya.
    • Principle of continuity: organisasi berdasarkan kesinambungan pola.
    • Principle of closure/principle of good form: organisasi berdasarkan bentuk yang sempurna.
    • Principle of figure and ground: organisasi berdasarkan persepsi terhadap bentuk yang lebih menonjol dan di anggap sebagai “figure”.Dimensi penting dalam persepsi figure dan obyek adalah hubungan antara bagian dan figure,bukan karakteristik dari bagian itu sendiri.meskipun aspek bagian berunah,asalkan hubungan bagian figure tetap,perspsi akan tetap. Contoh:perubahan nada tidak akan merubah perepsi tenteng melodi.
    • Principle of isomorphism: organisasi berdasarkan konteks.

DAFTAR PUSTAKA

Sagala, Syaiful.2003.”Makna dan Konsep Pembelajaran”.Alfabeta:Bandung

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: